Halaman

Kamis, 12 Januari 2012

Hai Hai Menulis Penuh Polemik, Tetapi Rupanya Kosong!

Beberapa saat yang lalu saya membaca sebuah komentar yang dibuat oleh seorang yang menyebut diri Hai Hai di sabdaspace di bawah tulisan yang membahas tentang Tritunggal. Tulisan tersebut, seperti biasanya tulisan Hai Hai penuh dengan sesat pikir.

Begitu banyak sehingga hanya orang yang terintimidasi bahasa retoris yang digunakan Hai Hai atau orang-orang tak berpikir saja yang tidak bisa melihat sesat pikir yang ada di sana.

Di masa lampau saya sudah mengupas tulisannya dan tidak ada respon yang berarti selain sesat pikir di atas sesat pikir yang dituliskannya.

Karena itu sebenarnya saya sudah malas mengulas segala macam sesat pikir yang dia kemukakan. Tetapi melihat perilakunya yang makin menjadi-jadi dan tidak segan-segan menipu orang dengan berbicara hal yang sebenarnya dia tidak paham, saya terdorong untuk tulis. Mungkin saya akan menulis lagi kalau saya terdorong lagi membongkar kebodohan yang dilakukan Hai Hai.

Rabu, 28 Desember 2011

KEBODOHAN HAI HAI BENGCU SIBUGIL

Berikut ini adalah percakapan tertulis saya (MKPB) dengan seorang yang bernama Hai Hai Bengcu Sibugil (HHBS). Perhatikan bagaimana si HHBS sebenarnya hanya pintar berkoar-koar untuk menyembunyikan: kebodohan, penipuan halusnya, ketidakmampuan diskusi, dan ketidakpahaman tentang pernak-pernik berargumentasi. Selamat menikmati. Saya berdoa semoga kita yang lain terhindar dari kebodohan si HHBS. 

Tulisan ini saya minta saudara Albert untuk tampilkan di sini supaya si Hai Hai bisa di tag karena dia tidak berteman dengan saya di Facebook.

Tanggapan saya berhuruf besar dan bold.


1. MKPB: Terima kasih informasinya pak Esra. Kalau memang benar bahwa si IR berpendapat seperti yang ditulis dalam paragraf di atas, maka tidak salah kalau dia disebut nabi palsu. Dia dengan tegas menolak ajaran Alkitab yang sangat penting tentang keselamatan.

Saya pernah membaca tulisannya di koran Kompas sekitar setahun atau dua tahun lalu tentang makam Yesus. Dia sepertinya berpandagan bahwa yang bangkit itu bukan tubuh jasmani Yesus. Jelas ini adalah sebuah kesesatan.

Kamis, 10 November 2011

PST.WENAS MEMBONGKAR KETOLOLAN HAI HAI BENGCU SI BUGIL (VOL-05) : "APAKAH PST.WENAS ADLH NAMA PALSU / PEMILIK 2 KTP??? TIDAK!!!"


-- Hai hai Bengcu Sibugil
alias Ang Ci Yang,
si Penuduh Tolol ini
menuduh Pst.Wenas
menggunakan KTP Ganda
atau Nama Palsu!!!

Berhubung Tuduhan Stupid Hai Hai Bengcu Sibugil amat sangat banyak, satu tuduhan belum dijawab, muncul tuduhan baru lagi, satu tuduhan belum dijawab, muncul tuduhan baru lagi, begitu seterusnya. Memang itu adalah Strategi-nya utk membuat Pst.Wenas seolah-olah tidak bisa menjawab & namanya menjadi hancur di mata publik. Entah apa tujuan sebenarnya orang ini???

Menanggapi hal itu Pst.Wenas sabar, tekun & santai-santai aja untuk menjawab satu persatu langkah demi langkah dan memilih utk menjawab yang simple-simple aja dulu. sambil mempersiapkan Sanggahan terhadap Tuduhan-tuduhan Keji Hai hai lainnya yang jumlahnya puluhan itu.

Salah satu Tuduhan Keji Hai hai adalah Pst. Wenas melakukan Tindakan Kriminal dengan Memalsukan Identitasnya. Tuduhan tsb dituliskannya di Group Elim & di salah satu Blognya, sbb :

"PST.WENAS ADALAH NAMA PALSU ATAU PEMILIK 2 KTP !!!"

Rabu, 09 November 2011

"BENARKAH PST.WENAS PUNYA HOMESTAY 8 KAMAR???" YA, BENAR!!!

Dalam berbagai "Serangan" Hai Hai Bengcu Sibugil terhadap Pst.Wenas, Hai Hai Bengcu Sibugil  juga berusaha melakukan Ad Hominem dengan melakukan tuduhan mengenai kehidupan Pribadi Pst.Wenas & menuduhnya Penipu. Bahkan hal-hal kecil mengenai Bisnis Pst.Wenas juga dicari-cari Kesalahannya.  Pst.Wenas memang mempunyai beberapa Bisnis yang dikelolanya, baik secara Pribadi maupun Kongsi untuk membiayai Kehidupan pribadi maupun Pelayanan-pelayanan yg dilakukannya tanpa meminta kepada Gereja.

Salah satu Bisnis yg ditekuninya adalah PROPERTY, berupa RUMAH, APARTMENT dan HOMESTAY yang disewakan Harian, Mingguan atau Bulanan karena memang Pst.Wenas bercita2 bisa punya Hotel di-masa depan & disetiap hotelnya nanti akan disediakan ruangan khusus yg boleh dipakai oleh Gereja2 yg membutuhkan untuk ibadah.